Maszlee Malik

Seminar Kepimpinan Wanita Dalam Perspektif Islam

Nota Ringkas

1. Kepimpinan bukan milik mana-mana gender. Siapa yang berkemampuan, boleh jadi pemimpin. Contoh, Saidatina Aisyah mengetuai gerakan massa atau reformasi bagi menuntut kepada Khalifah Ali untuk menjatuhkan hukuman kepada pembunuh Saidina Uthman.

2. Isu dalam kepimpinan wanita tidak perlu di’womenise’kan. Yang penting, empowerment wanita. Bayangkan bila tiada kuota, adakah wanita memang mampu untuk memimpin?

3. Ihsani Governance ada 4 elemen : Individu yang berfungsi untuk ekonomi dan politik, Masyarakat berteraskan Berkebajikan, Institusi yang efektif dan Kerajaan yang efektif dan minimum.

My Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s