Coin

1.

Teacher : Okay Ammar, for you what is death?

Ammar : Death is Life.

 

2.

Pernah dengar tentang Husnul Khatimah?

Orang kita, terutama yang tua-tua, berpesan supaya doa pada Allah dapatkan Husnul Khatimah (ie penutup/kematian yang baik). Lalu, kita menilai baik buruk seseorang berdasarkan cara matinya.

Kalau mati di surau, mesti soleh. Kalau mati di jalan raya atau shopping complex, mesti tak soleh.

 

3.

Ada kematian yang membuka, dan ada kematian yang menutup.

Kamu mahu pemergianmu itu sebagai kunci hidayah pada ramai orang lain, atau sekadar mahu pemergianmu ditangisi oleh air mata tanpa beri kesan yang lebih besar.

 

4.

Kematian memberi  banyak kesan.

Dalam hadith Nabi SAW, ada seorang pemuda yang mati dipanah oleh seorang raja – sedangkan Raja itu yang memberi peluang kepada pemuda tersebut belajar ilmu sihir agar menjadi orang kanan kepadanya. Bahasa sekarang, tak kenang budi punya budak. Pemuda tersebut akhirnya memilih jalan yang bertentangan – Jalan menegakkan Risalah Allah.

Kematian pemuda tersebut disangka penutup kepada Risalah. Walhal, ianya adalah sebuah pembukaan – langit terbuka untuk hidayah masuk ke dalam jiwa-jiwa rakyat negara tersebut. Matinya pemuda itu menghidupkan lebih ramai Muslim.

Kematian Hasan alBanna, sang pendiri Ikhwanul Muslimin, beri kesan besar pada gerakan Islam tersebut. Ada segolongan yang memilih untuk keluar. Lalu, kita dapat lihat nama-nama besar seperti Syeikh Muhammad Ghazali memilih untuk meneruskan perjuangan di luar Ikhwanul Muslimin. Sisi lain, Ikwanul Muslimin ada masa untuk susun balik tanzimnya – proses menuju kematangan. Biar benar-benar Ikhwanul Muslimin tertegak atas sebuah jamaah, bukan atas seorang individu bernama Hasan alBanna. Lalu, lahir nama-nama baru seperti Syed Qutb yang menggugahnya ramai jiwa terutama pemuda. Kematian alBanna membuka peluang pada jiwa-jiwa baru untuk muncul sebagai tokoh besar.

Kematian Nabi SAW beri kesan besar pada umat Islam. Umar alKhattab sendiri sukar untuk menerimanya. Abu Bakr asSiddiq datang menenangkan keadaan. Setelah dipilih menjadi Khalifah pertama, beliau segera menyelesaikan masalah dalaman ummah Islam. Dan, Abu Bakr asSiddiq juga lah yang kemudiannya merintis Islam membuka kota-kota baru hingga ke eropah.

Kematian seorang tua di Rumah Orang-Orang Tua, siapa yang tahu? Kamu tahu? Kematiannya adalah titik noktah, penutup kepada cerita seorang manusia. Habis. The end. Kholas.

Kematian seorang mat rempit dan mat bunga pula….ahhh! kamu sendiri tahu kesannya apa.

 

5.

Dan sebenarnya, kita memang tidak boleh pilih cara mati. Itu hak Tuhan. Tapi kita boleh pilih

Cara Hidup.

 

6.

Life and Death is like a coin.

Only you can’t toss it. And, please don’t toss it.

For the effect is forever.

As Death is Life – in the hereafter.

One thought on “Coin

My Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s