Mati

Credit to Akh Fazli, seorang akh yang aku kagumi dan cemburu

* * * * *

Ketika seseorang sedang hidup enak dan senang di sisi keluarganya, dan dia merasa kagum dengan kehidupannya yang penuh dengan keindahan.

Terpedaya, tiba-tiba saat itu dia tertimpa sakit.

Dan tak lama kemudian dia mati bagaikan orang yang disambar petir.

Kemudian jadilah dia setelah berlalu tiga hari,

Jasad yang ditutupi tidak bernyawa dan tiada tanda-tanda kehidupan.

Ia ditangisi, dan dimasukkan ke dalam kegelapan,

Yang kedua sisinya dilitup dengan papan dan tanah.

Dia tak membawa bekal dari apa yang telah dikumpulkannya,

Selain dari kapur barus dan kain kafan yang menutupinya.

Juga bau harum kayu cendana yang ditaburkan kepadanya.

Alangkah sedikitnya hal itu sebagai bekal untuk orang yang berpergian.

*

Ikhwah fillah, mungkin waktu lapang kan menghasilkan angan-angan yang panjang dalam lubuk hati kita.

Benar, kita takkan bisa selalu sadar jika kita, sedikit demi sedikit, telahpun mengikuti langkah-langkah syaitan yang membisikkan ke dalam dada-dada kita.

Hingga kita yang pada suatu saat, hebat berbicara tentang Islam dalam usroh-usroh kita, dalam tazkirah-tazkirah kita dan dalam program-program, mula mencair dan larut dalam Jahiliyyah yang pernah kita benci satu ketika dahulu.

Dan kita mula bersimpuh di hadapanNya, sambil tangan menadah dan hati berbisik;

“Ya Muqollibal qulub, thabbit qulubana ‘ala deenik, wa ‘ala tho’atik”

Dan kita ulang berkali-kali doa itu hingga bercucuran jatuh air mata kita.

Ikhwah fillah, ketahuilah bahwa lupa akan kematian itu permulaan angan-angan dan penyimpangan.

Ikhwah fillah, kita ubatilah iman kita ini dengan mengingati mati.

*

Setelah diangkat menjadi khalifah, Umar Abdul Aziz mengirimkan utusannya kepadaku, saat itu aku berada di Madinah, untuk mengundangku. Maka aku pun datang kepadanya.

Ketika masuk menemuinya, aku menatapnya dengan pandangan yang tidak berkedip kerana kehairanan hingga dia bertanya;

“Hai Ibnu Ka’b, sesungguhnya sejak tadi engkau menatapku dengan pandangan yang tidak pernah aku lihat engkau menatapku seperti itu.”

Aku menjawab;

“Aku merasa hairan.”

Umar bertanya;

“Apakah yang menghairankanmu dengan keadaanku?”

Aku pun menjawab;

“Wahai Amirul Mukminin, aku merasa hairan dengan perubahan keadaan dirimu. Engkau kelihatan kurus dan rambutmu mulai rontok.”

Umar lalu berkata;

“Bagaimana sekiranya engkau melihatku sesudah tiga keadaan berikut. Iaitu bila aku telah diletakkan di dalam liang lahatku. Mataku telah keluar dari kelopaknya ke pipiku. Dan dari hidungku keluar nanah dan ulat?”

*

Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang engkau lari daripadanya, maka sesungguhnya, kematian itu akan menemui engkau.”

(al-Jumu’ah 62:8)

2 thoughts on “Mati

  1. benar Allah pasti kan menguji apa yang kita katakan.

    baru je dapat berita tentang kematian seorang sister (Jr KMB), Jannah Sani. doakan agar dirinya termasuk dalam mereka yang berbahagia kerana dijanjikan Jannah.

  2. Masya-ALLAH…sesungguhnya diriku ini selalu leka n lalai dgn kehidupan duniawi… Ya ALLAH lindungilah hambamu yg jahil lg hina ini dr terus terjerumus dgn kemaksiatan samada secara sedar ataupun tidak…Nauzubillahiminzalik…

My Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s