Iman & Motivasi : Suci

“Adapun mereka yang kurang beristighfar”, begitu ditulis Ibnul Qayyim Al Jauziyah dalam Madaarijus Salikin, “Pastilah hatinya keras dan merasa suci. Dan itu membuat mereka mudah sakit hati, sulit menghargai, dan tak mampu memaafkan.”

Tentu saja kita boleh menambahi keterangan Ibnul Qayyim ini: mereka yang tak mampu mengenali kebaikan yang mengintip, bisa berakhir tragis seperti sang rahib dalam kisah kita di awal tulisan.

Maka mari kita belajar untuk menghargai kebaikan yang mengintip, atau mentakjubi keshalihan yang kecil dan sederhana. Membiasakan hal ini sungguh akan menjadi sebuah latihan jiwa yang berharga. Sebab ada tertulis, “Mereka yang tak bisa menghargai yang kecil, takkan mampu menghormati yang besar. Dan mereka yang tak bisa berterimakasih pada manusia, takkan mampu mensyukuri Allah.”

Petikan dari artikel Salim A Fillah. Lalu, kita bertaubat. Kata Tuhan, ‘wal mustaghfirina bil ashaar’ (3:17). Barangkali, kita yang mahu keluar dari kegelapan perlu contohi sesal dan insaf Yunus as.

La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minaz zolimin

Astaghfirullah

Astaghfirullah

Astaghfirullah

Maafkan segala kesalahan dan kelemahan saya

2 thoughts on “Iman & Motivasi : Suci

  1. jzkk ammar peringatan yang best!
    Sama2 kita kembali pada al-Ghafir..

    p/s – mungkin Nabi Yunus kut rather than nabi Nuh…

    • jazakallah along@kaklong! =) semoga kita beramal dengan ini.

      Sudah dibetulkan..maaf pada yang lain..keluar dari kegelapan akibat sesal dan insaf adalah Yunus as, bukan Nuh as. Ini diasaskan kepada dalil 21:87.

My Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s