Iman & Motivasi : Kesatuan

Rasulullah saw bersabda : “Tidak mahukah kamu aku beritahukan kepadamu sesuatu yang lebih utama dari darjat puasa, solat dan sedekah?” Mereka menjawab, “Mahu” Beliau bersabda, “Mendamaikan dua orang yang berseteru, kerana rosaknya hubungan dua orang di antara kamu adalah pencukur. Aku tidak mengatakan mencukur rambut, akan tetapi mencukur agama.” (Sahih Tirmidzi dari Abu Darda’. Disahihkan pula oleh Syaikh al-AlBani)

Menurut Syaikh Fathi Yakan, antara faktor keporak-porandaan dakwah ialah “Dalam melakukan dakwah Islam, banyak kelompok dan organisasi dakwah menggunakan pola masif dalam aktivitas dakwahnya. Tujuannya menciptakan arus Islam secara umum. Dengan kata lain, membangun Islam tidak dengan pola kaderisasi, namun sepenuhnya kerja yang bersifat massal dan sosial. (Robohnya Dakwah Di Tangan Para Daie, m/s 60)”

Selain itu, “Sebuah gerakan yang tidak memiliki potensi dan sarana yang bisa mempertajam penglihatan terhadap problem dan memperluas cakrawala berpikir terhadap segala urusan untuk memahami hakikat politik, sikap, realitas, konflik yang terjadi, baik di wilayah lokal, nasional maupun internasional, mengetahui kedudukan setiap peristiwa yang terjadi di wilaya-wilayah Islam pada setiap tingkatannya, adalah sebuah gerakan yang tidak layak diberi hidup. (Robohnya Dakwah Di Tangan Para Daie, m/s 69)”

Solusinya, prinsip syura harus ditegakkan. Jauhkan kediktatoran dan egoisme. Selain itu, perlu ada keseimbangan antara semua amal dakwah, walaupun dengan prioriti yang berlainan. Sudah tentu, tarbiyah itu punya fokus yang istimewa.

Perdamaian sesama Muslim hendaknya menjadi amal kebaikan yang diprioritikan setiap dari kita. Sebab, tindakan ini dapat mengantarkan kita de dalam Syurga, tanda redha Allah dan Rasulullah saw.

Ketika al-Banna menggagaskan gerakan Ikhwanul Muslimin, mind set beliau ialah untuk menyatukan umat Islam. Ukhuwwah yang menghasilkan kesatuan merupakan poin kedua dari titik kekuatan kita. Hendaklah ketika mendamaikan dua pihak, seorang Muslim mendamaikan mereka secara adil dan tidak berat sebelah. Kata kuncinya : principle-centered.

Sedangkan bagi pihak yang sedang berseteru, perlu mereka sedari bahawa berdamai itu lebih baik daripada berseteru atau memendam kebencian dan permusuhan terhadap saudaranya.

Jangan lupa jadi humble ye.

“…dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia itu tabiatnya kikir…” (4:128)

One thought on “Iman & Motivasi : Kesatuan

  1. syura, suatu kekuatan yang unggul.

    namun, tatkala kekuatan syura dicabuli, dan sekiranya terjadinya mufaraqah, hancurlah kekuatan itu.

    berleluasalah fitnah dalam suatu harakah islamiah itu.

    moga2 Allah menjauhi kita daripada bersifat demikian.

    p/s: kita bercakap senang, tetapi apabila suatu idea yang kita rasakan jauh lebih baik daripada orang lain itu ditolak oleh syura, hakikatnya tidak mudah untuk diterima…moga Allah beri kita kekuatan untuk berlapang dada sesama ikhwah

My Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s